Pulau Hanaut Digadang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ 2026

SAMPIT – Ajang MTQ ke-56 baru saja ditutup di Baamang, namun aroma persaingan tuan rumah 2026 sudah tercium. Dari Mentaya Hulu, Seranau, hingga Pulau Hanaut, hanya satu yang dianggap benar-benar siap: Pulau Hanaut. Pertanyaannya, akankah bupati menjatuhkan pilihan ke wilayah pesisir itu?

Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat kabupaten yang dipusatkan di Stadion 29 November Sampit, Kecamatan Baamang, Rabu malam (1/10/2025).

Event tahunan yang menjadi ajang syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antar-kecamatan ini berlangsung meriah. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan penutupan, yang ditandai dengan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah kepada para juara di berbagai cabang lomba.

Dalam sambutannya, Irawati menegaskan bahwa kewenangan menentukan sejumlah kebijakan penting, termasuk penetapan tuan rumah MTQ tahun berikutnya, tetap berada di tangan Bupati Kotim Halikinnor.

“Kami di posisi wakil hanya bisa menyampaikan informasi. Untuk penetapan tuan rumah MTQ ke-57 tahun 2026 mendatang, kita masih menunggu kebijakan bupati,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.

Meski begitu, Irawati mengungkapkan bahwa sudah ada tiga kecamatan yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah MTQ tahun depan. Ketiganya adalah Kecamatan Mentaya Hulu, Seranau, dan Pulau Hanaut.

Dari ketiga calon tersebut, Kecamatan Pulau Hanaut disebut-sebut paling siap menampung perhelatan akbar tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecamatan yang berada di wilayah pesisir itu sudah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, termasuk akomodasi dan lapangan kegiatan.

Sinyal kesiapan Pulau Hanaut ini mendapat perhatian serius dari masyarakat. Sebab, jika benar terpilih, maka MTQ ke-57 akan menjadi momentum penting bagi daerah pesisir untuk unjuk kemampuan sekaligus memacu pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, keputusan final tetap berada di tangan Bupati Halikinnor. “Kita hanya bisa menunggu. Yang jelas semua calon tuan rumah sudah menyatakan siap. Tinggal nanti bupati yang menentukan,” tegas Irawati.

Penutupan MTQ ke-56 dan FSQ ini sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Selain sebagai ajang prestasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan pembinaan generasi muda di bidang keagamaan.

Dengan meriahnya pelaksanaan di Baamang tahun ini, publik kini menanti keputusan bupati mengenai siapa yang akan dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-57 tahun 2026.

Semua mata tertuju pada Halikinnor untuk memberikan ketetapan yang dinilai strategis bagi kemajuan dakwah Islam di Kotim. (fin/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post