Sampit, gerbangdesa.com – Sempat vakum kurang lebih tiga tahun, SMP Perintis Padas Sebut di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), kini berganti nama baru.
“Iya, Dulu namanya SMP Perintis Padas Sebut menjadi SMP Negeri 1 Telawang,” ucap Suriansyah Basri, mantan Kepala SMP Perintis Padas Sebut kepada wartawan media siber Gerbang Desa, belum lama tadi.
Suriansyah mengungkapkan, SMP Perintis Padas Sebut berdiri sejak 1999 dengan jumlah murid awalnya hanya tujuh siswa hingga mencapai ratusan siswa.
“Operasional sejak 1999 sampai tahun ajaran 2018/2019 SMP Perintis Padas Sebut resmi tutup, tahun ini operasional lagi dengan nama baru yakni, SMP Negeri 1 Telawang,” pungkasnya.
Kamis, 15 September 2022, SMP 1 Telawang itu telah diresmikan langsung Bupati Kotim Halikinnor. Bahkan, mantan Sekda Kotim itu juga membubuhkan tandan tangan di atas prasasti sebagai bukti bahwa sekolah yang sempat vakum itu kembali operasional.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kotim Susiawati menegaskan, SMP Negeri 1 Telawang sudah mengantongi izin operasional.
“Kami laporkan pak bupati, SMP Negeri 1 Telawang sudah ada izin operasional bahkan ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSK) diterbitkan 2 September 2022,” ucapnya.
SMP Negeri 1 Telawang sebelumnya telah membuka penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2022/2023. Ada 45 siswa baru yang telah dinyatakan diterima di sekolah tersebut.
“Seleksi peserta didik baru dimulai Juni dan Juli 2022, sebanyak 45 calon siswa baru dan semua telah diterima menjadi SMP Negeri 1 Telawang,” ujar Susiawati yang juga menjabat definitif sekretaris Disdik Kotim ini.
Mengingat hanya ada 45 siswa sedangkan yang tersedia dua ruangan, sehingga 45 siswa dibagi dua untuk mengisi ruangan kelas yang tersedia.
“Sebanyak 45 siswa itu diterima semua dan mereka dibagi dua rombongan belajar, sedangkan jumlah guru ada delapan orang dari swadaya masyarakat diambil dari beberapa SMP lain yang ada di Kecamatan Telawang,” tegas Susiawati.
Terkait sarana dan prasarana SMP Negeri 1 Telawang, tambahnya, masih kurang salah satunya jumlah meubelair dan gedung lainnya ada yang sudah tidak layak digunakan dan diharapkan segera direnovasi.
Kepala SMP Negeri 1 Telawang Sri Sakarida Sabriani menjelaskan, jumlah siswa itu dibagi dua untuk mengisi dua ruangan yang tersedia dengan rincian, untuk satu ruangan diisi 23 siswa dan satu ruangan kelas diisi 22 siswa.
Sebenarnya ada tiga gedung yang tersedia, lanjutnya, namun untuk satu gedung itu kondisinya rusak berat, sehingga untuk sementara menggunakan ruangan yang masih layak dimanfaatkan.
“Totalnya ada tiga gedung, satu gedung terdapat dua ruangan untuk siswa belajar, satu gedung untuk ruangan kepala sekolah dan guru, sedangkan satu gedung kondisinya rusak berat,” ujarnya.
Meskipun hanya menggunakan gedung jumlah terbatas, tambahnya, proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Telawang berjalan lancar.
“Jumlah tenaga pendidik/guru sementara cukup, untuk ke depannya kami berharap ada penambahan gedung kelas.baru,” harapnya. (fin)















