Gerbang Desa – Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), terdapat bangunan sekolah dasar. Sekolah itu bernama SDN SP-1 Babaluh. Sebab, sebelum berubah status menjadi Desa Rawa Sari, dulunya dikenal dengan sebutan Babaluh.
Yang menjadi sorotan di SDN SP-1 Babaluh ini, kondisi bangunan fisik luar dan dalam ruangan, meja kursi (meubelair) guru dan murid, ruangan tanpa lemari buku, dan plafon rusak ringan, sedang, bahkan ada yang rusak berat.
Menurut informasinya, SDN SP-1 Babaluh ini dibangun sekitar tahun 1991. Bangunannya hanya berkonstruksi kayu meranti dan ulin. Pernah diberikan bantuan rehab sekitar tahun 2000. Kemudian ada bantuan bangunan baru bahan beton yang dibangun sekitar 2019 dan hingga tahun 2022, nyaris tidak ada bantuan lagi.
Jumlah ruangan yang tersedia di SDN SP-1 Babaluh dianggap cukup untuk 6 rombongan belajar, termasuk ruangan untuk kepala sekolah dan guru. Akan tetapi, semua ruangan itupun kondisinya sangat memprihatinkan, ada meubelair tanpa sandaran, meja disentuh bergoyang, plafon sudah lapuk dan tidak layak, dan yang parahnya lagi ada pintu rusak berat.
Kabarnya, meubelair guru dan murid sejak SDN SP-1 Babaluh dibangun tahun 1991 sampai sekarang belum pernah diganti baru atau sudah 31 tahun meubelair tersebut digunakan dari masa ke masa, dan dari generasi tanpa teknologi hingga zaman digitalisasi.
Pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya maksimal bermohon kepada pemangku kepentingan, salah satunya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa yang diadakan setiap tahun. Kemudian dilanjutkan Musrenbang tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Apa hasilnya?, semua usulan yang sudah disampaikan nyaris tidak digubris, sehingga kepala sekolah terlihat patah semangat untuk kembali memperjuangkan agar proposal yang sudah disusun dengan kalimat menghiba, bermohon dan memelas, tetap saja usulan itu tertolak.
Lalu apa peran Pemerintah Desa Rawa Sari? Dalam hal tidak ada sedikitpun wewenang desa diminta untuk membangun gedung SDN SP-1 Babaluh menggunakan dana desa, sebab, sekolah dasar itu wewenangnya adalah kabupaten melalui dinas pendidikan.
Di dalam aturan, pemerintah desa hanya diperbolehkan untuk mengelola yayasan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baik dari segi pembangunan, pengadaan, maupun untuk kesejahteraan para tenaga pendidik/guru di lembaga tersebut.
Meskipun demikian, Pemerintah Desa Rawa Sari masih memprogramkan memberikan bantuan kepada murid berprestasi mulai dari kelas I sampai kelas VI. Setiap tahun pelajaran baru, murid berprestasi itu akan menerima bantuan berupa tas ransel, baju seragam, buku hingga sepatu.
“Peralatan sekolah ini kami berikan untuk memberikan apresiasi dan dukungan supaya murid semakin bersemangat belajar untuk meraih prestasi dalam rangka menyukseskan wajib belajar 12 tahun,” kata Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto, kemarin.
Mengenai kondisi SDN SP-1 Babaluh, Sigit juga menyoroti bahwa bangunan sekolahan itu memprihatinkan terutama dilihat dari bangunan fisik maupun meubelair guru dan murid, sehingga hal ini dianggap sangat diperlukan untuk secepatnya direhabilitasi.
“Kalau saya lihat dari sarana dan prasarana di SDN SP-1 Babaluh banyak kekurangannya, kami dari Pemerintah Desa Rawa Sari mengajak seluruh instansi maupun dinas terkait agar ikut berperan untuk membantu sekolah di tempat kami ini, karena memang sangat minim tersentuh pembangunan,” tandasnya. (fin)














