Jalan Alternatif di Bengkirai Dikeluhkan, Gelap dan Belum Beraspal

GERBANGDESA.COM, Sampit – Penutupan Jalan Tjilik Riwut untuk mendukung pengembangan Bandara H Asan Sampit membuat Jalan Bengkirai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, menjadi salah satu jalur alternatif bagi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Namun, di balik perannya menjaga mobilitas warga, kondisi jalan yang minim penerangan dan belum beraspal kini menjadi sorotan.

Warga berharap pemerintah tidak hanya mengalihkan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan jalur alternatif tersebut aman dan layak digunakan.

Warga, Amrul, menegaskan bahwa penerangan jalan menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.

“Jalan ini sudah menjadi jalur alternatif masyarakat, tetapi kondisinya masih gelap. Kami khawatir saat melintas malam hari karena jarak pandang terbatas,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Menurut Amrul, persoalan Jalan Bengkirai tidak cukup diselesaikan hanya dengan pemasangan lampu jalan.

Kondisi badan jalan yang belum beraspal juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat tidak terus menghadapi keterbatasan saat berkendara.

“Jangan hanya menjadikan Jalan Bengkirai sebagai jalur alternatif, tetapi kondisi jalannya juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Penutupan Jalan Tjilik Riwut mulai berlaku pada 22 Oktober 2026 sebagai bagian dari pengembangan Bandara H Asan Sampit, termasuk perluasan landasan pacu.

Selain Jalan Bengkirai I, pengendara dapat menggunakan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno. Perubahan arus lalu lintas ini menuntut kesiapan jalur pendukung yang memadai.

Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti kebutuhan penerangan dan perbaikan jalan agar keselamatan masyarakat tidak terabaikan di tengah berlangsungnya pembangunan infrastruktur. (sgt/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post