SAMPIT, gerbangdesa.com – Program gotong royong merupakan salah satu program yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, program tersebut sepertinya hanya berlaku di wilayah perkotaan.
Melalui Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim, program itu diingatkan kembali. Kali ini penyampaiannya sampai ke pelosok desa.
“Pada saat Musdes, kami sarankan agar BPD maupun Kades hendaknya masukan usulan program kebersihan lingkungan, salah satunya mengadakan gotong royong di wilayah desa masing-masing,” ujar PSM DPMD Kotim H Eddy Mashami pada saat berada di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, baru-baru ini.
Dia menilai bahwa gotong royong merupakan program yang sangat bagus jika diterapkan, karena tujuannya untuk mengatasi lingkungan kotor yang ada di desa, misalnya sampah yang berserakan.
Akan tetapi, kata Eddy, dalam hal ini hendaknya pemerintah desa menganggarkan dana, karena kegiatan ini melibatkan masyarakat yang ada dilingkungan RT/RW.
“Gotong royong itu bisa diadakan sebulan sekali, libatkan seluruh warga desa. Jangan lupa dianggarkan dananya setidaknya untuk makan dan minum untuk yang hadir,” saran mantan Camat Pulau Hanaut ini.
Lebih jauh Eddy menjelaskan, membersihkan lingkungan juga memerlukan tong sampah. Hal ini juga, menurutnya, perlu diusulkan jika desa belum punya sarana tersebut.
“Mari kita sama-sama dukung program bupati Kotim untuk menciptakan Kotim sehat, salah satunya menghidupkan kembali program gotong royong terutama di tingkat desa,” pungkasnya. (fin/fin)















