GERBANGDESA.COM, Pasuruan – Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan menghantam sentra produksi padi di Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Winongan. Sebanyak 158 hektare lahan sawah dilaporkan terendam, memicu kekhawatiran serius akan potensi gagal panen di tengah musim tanam yang masih berlangsung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ainur Alfiyah, menyebut genangan air menyebar di sejumlah desa produktif, dengan dampak terparah berada di Rejoso.
“Total ada 158 hektare lahan padi yang terdampak banjir. Kami masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujarnya dilansir akurat.co, Minggu (29/3/2026).
Di wilayah Rejoso, desa Kawisrejo, Toyaning, dan Kedungbako menjadi titik dengan genangan paling luas.
Tanaman padi yang terendam berusia antara 20 hingga 80 hari fase pertumbuhan penting yang rentan rusak jika terpapar air terlalu lama.
Sementara itu, di Winongan, genangan terjadi dalam skala lebih kecil namun tetap berisiko.
“Jika air tidak segera surut, tanaman bisa mengalami kerusakan serius, terutama pada sistem perakaran,” tegas Ainur.
Pemerintah daerah bergerak cepat dengan melakukan penanganan teknis di lapangan. Hingga kini, sekitar 83 hektare lahan telah mendapat intervensi untuk mengurangi dampak genangan dan menjaga kondisi tanaman tetap bertahan.
“Petugas terus siaga di lapangan dan berkoordinasi dengan kelompok tani untuk mengantisipasi banjir susulan,” pungkasnya.
Di tengah ketidakpastian cuaca, para petani kini hanya bisa berharap air segera surut agar musim panen tidak berujung kerugian besar. (*)















