Kamis, Juli 25, 2024

Segera Evaluasi Penerima BLT Dana Desa Sebelum Jadi Temuan

Date:

Share post:

KPM BLT Dana Desa menunggu namanya dipanggil untuk menerima bantuan tunai per bulan Rp 300 ribu selama 12 bulan. 

Gerbang Desa – Persoalan pemberian bantuan sosial ditemukan tidak hanya menerima satu bantuan bahkan lebih (ganda), tidak hanya menyalahkan petugas pada saat pendataan door to door. Disisi lainnya, calon penerima hendaknya sadar diri bukan mencari kesempatan.

Hal itu terungkap, setelah diadakan pendataan ulang oleh pemerintah desa kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLD) Dana Desa.

Hasilnya, telah ditemukan ada beberapa orang yang terdaftar tidak hanya penerima BLT Dana Desa per bulan selama 12 bulan, bahkan telah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial.

BACA JUGA:  Pesan Bupati Kotim Halikin untuk Pj Kades, Wajib Baca! – Gerbangdesa.com

“Setelah dievaluasi dan dilakukaan pendataan ulang, ternyata ada beberapa nama KPM BLT Dana Desa di desa kami ini, menerima bantuan sosial lainnya atau penerima ganda,” kata salah seorang kepala desa di Kotim, kemarin.

Untuk menghentikan penerima bantuan ganda tersebut, pemerintah desa ambil langkah cepat dan langsung mengadakan musyawarah desa khusus (Musdesus).

Salah satu tujuan Musdesus tersebut, menghindari adanya temuan. Selain itu, menyepakati dan menetapkan pilihan BLT Dana Desa atau BPNT.

“Berdasarkan kesepakatan melalui Musdesus yang diadakan BPD, semua penerima BLT Dana Desa beralih sebagai penerima BPNT,” sambungnya.

BACA JUGA:  Kemendes PDTT Rintis Program Kader Digital Desa Cerdas

Perlu diketahui, ada perbedaan mencolok antara bantuan sosial melalui BLT Dana Desa dengan BPNT. Walaupun tujuan utama 2 program tersebut, sama sama untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 yang bertempat tinggal di perdesaan.

Perbedaan misalnya, BLT Dana Desa adalah untuk membantu warga desa yang terdampak Covid-19. Besaran dana yang diterima sebesar Rp 300 ribu per bulan selama 12 bulan. Apabila pandemi telah menjadi endemi, kemungkinan besar bantuan tersebut akan dihentikan.

Sedangkan BPNT, bantuan ini dari Kementerian Sosial. Bantuannya berupa sembako yang ditujukan kepada warga kurang mampu dan disalurkan melalui kios desa yang ditentukan BRI kerja sama TKSK kecamatan. (gd-min)

Artikel Lainnya

Korwil Disdik Ajak Guru Revitalisasikan Bahasa Dayak Sampit

GERBANGDESA.COM, SAMPIT – Sebanyak 170 peserta terdiri dari kepala sekolah dan guru yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut,...

Kurir Ganja 1,3 Ton di Hukum Mati!

MEDAN, gerbangdesa.com - Seorang pria  yang mengirim 1,3 ton ganja melalui kurir di Medan dipanggil untuk dihukum mati....

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penipuan Tiket Konser Coldplay

JAKARTA, gerbangdesa.com - Polisi telah menangkap seorang penipu penjualan dan pembelian tiket konser Coldplay. Kapolres Metro Jakarta Barat...

Seorang Kakek Tega Perkosa Cucunya Yang Masih SD Hingga Hamil

SUMUT, gerbangdesa.com - Polisi menangkap seorang kakek berinisial OG  karena dicurigai memperkosa cucunya berkali-kali hingga hamil. Aksi kekerasan...
error: Content is protected !!